KEMBALI LAGI
tangisan ini menderai kembali
ketakutan akan kehilangannya
menepis waktu mengelak takdir
aku tak sanggup bila nanti dia pergi
aku tak sanggup menitih hari tanpanya
aku rapuh
dalam detik yang kian berujung menit
aku berdo'a untuknya
tuhan
izinkan aku bersamanya
mengenyah hari menjalani umur
tuhan satukan aku dengannya
dalam ikatan suci yang kau ridhoi
aku tak mampu berdiri tanpanya
aku tak sanggup menuai hari tanpa senyumnya
binar matanya menenangkan aku dalam emosi yang bergejolak
tuhan
jangan biarkan tetes demi tetes air mata menghampirinya
karena dia sumber tawaku
tuhan
hanya engkau yang tahu betapaku mencintainya
DIAN PINKY WORLD
Welcome to my Blog... :)
Senin, 14 Januari 2013
Senin, 26 November 2012
MY PUISI
JERITANKU
tertuang lagi tangis ini
membuatku semakin tertatih
menjerit dalam hati membuatku tertahan sepi
lirik demi lirik jeritan tangis ini
tak ada yang peduli dan hancurkan lagi hati ini
seakan tak pernah ada yang peduli
aku bagaikan daun kering tertiup angin menjelajah tanpa henti
hidupku bagaikan ombak yang mengombang-ambing
tangis yang temaniku
isak yang selalu ada
kapan ini semua berakhir
aku lelah dalam tangis ini
aku lemah dalam caci ini
tersudut dalam cacian
apa ada yang mengerti
inginku menjerit namun tertahan dalam jiwa
mungkin bila nanti saat itu tiba
kalian akan sadari
tertuang lagi tangis ini
membuatku semakin tertatih
menjerit dalam hati membuatku tertahan sepi
lirik demi lirik jeritan tangis ini
tak ada yang peduli dan hancurkan lagi hati ini
seakan tak pernah ada yang peduli
aku bagaikan daun kering tertiup angin menjelajah tanpa henti
hidupku bagaikan ombak yang mengombang-ambing
tangis yang temaniku
isak yang selalu ada
kapan ini semua berakhir
aku lelah dalam tangis ini
aku lemah dalam caci ini
tersudut dalam cacian
apa ada yang mengerti
inginku menjerit namun tertahan dalam jiwa
mungkin bila nanti saat itu tiba
kalian akan sadari
MY PUISI
KAU YANG KUCINTA
tersisir oleh asmara
menuai dalam kasih sayang
tertuang dalam asa rindu
membara oleh sejuta rasa yang tak mampuku ungkap
segala rasa teraduk dalam jiwa merasuk dalam hati
kau yang kucinta
kau yang kudamba
kau temaniku stiap langkahku
lukiskan tawa dalam hidupku
hapus derita yang ada dulu
lara menghantuiku
tangis melagu dalam hidupku
luka tuangkanku dalam asa perih
kini sejak kau hadir dalam hidupku
kau lukis senyum yang selama ini jadi anganku
tersisir oleh asmara
menuai dalam kasih sayang
tertuang dalam asa rindu
membara oleh sejuta rasa yang tak mampuku ungkap
segala rasa teraduk dalam jiwa merasuk dalam hati
kau yang kucinta
kau yang kudamba
kau temaniku stiap langkahku
lukiskan tawa dalam hidupku
hapus derita yang ada dulu
lara menghantuiku
tangis melagu dalam hidupku
luka tuangkanku dalam asa perih
kini sejak kau hadir dalam hidupku
kau lukis senyum yang selama ini jadi anganku
Sabtu, 11 Agustus 2012
MY PUISI
UKIRAN LUKA
malam ini terasa semakin dalam melara dalam jiwa
kuterperosok lagi dalam jurang derita
mengapung dalam rintihan jiwa
mengikis dalam buaian indah semata
semua itu khayal tak nyata
aku tertatih menjalani semua
tangis mengiringiku dalam tyawa yang tak pasti
kebodohanku yang mengukir luka padanya yang kucinta
lalaiku dalam angannya yang butuh sejuta rasa dariku
tapi aku tak bisa mengertinya
membuatnya bahagia tanpa derita
malam ini terasa semakin dalam melara dalam jiwa
kuterperosok lagi dalam jurang derita
mengapung dalam rintihan jiwa
mengikis dalam buaian indah semata
semua itu khayal tak nyata
aku tertatih menjalani semua
tangis mengiringiku dalam tyawa yang tak pasti
kebodohanku yang mengukir luka padanya yang kucinta
lalaiku dalam angannya yang butuh sejuta rasa dariku
tapi aku tak bisa mengertinya
membuatnya bahagia tanpa derita
MY PUISI
TERLARUT DALAM SUNYI
malam ini berlalu dengan tangisan menuai dalam isak beruntun
hari ini terlewati dengan sebetan luka
mendalam dalam derita tak ada sepatah kata terucap
hanya tangis yang dapat menjawab
jiwa ini tak henti berlarut dalam sunyi
tanpa ada yang mengerti kini setetes air mata terjatuh lagi
membasahi lekuk wajah ini
semua berlalu begitu cepat
hanya menyisakan setetes air mata
sedetik tawa kurasa menahun derita mengendap
separah inikah hidupku
mengapa kuterlahir dalam derita mendalam ini
tangis menghanyut dalam tawa seiring derita ingin kumati dalam tawa
agar tangis tak datang menuai
jiwa terbuai dalam angan hidup yang tak pasti
meninggalkan sejuta pilu
malam ini berlalu dengan tangisan menuai dalam isak beruntun
hari ini terlewati dengan sebetan luka
mendalam dalam derita tak ada sepatah kata terucap
hanya tangis yang dapat menjawab
jiwa ini tak henti berlarut dalam sunyi
tanpa ada yang mengerti kini setetes air mata terjatuh lagi
membasahi lekuk wajah ini
semua berlalu begitu cepat
hanya menyisakan setetes air mata
sedetik tawa kurasa menahun derita mengendap
separah inikah hidupku
mengapa kuterlahir dalam derita mendalam ini
tangis menghanyut dalam tawa seiring derita ingin kumati dalam tawa
agar tangis tak datang menuai
jiwa terbuai dalam angan hidup yang tak pasti
meninggalkan sejuta pilu
MY PUISI
RENUNGAN CINTA
genangan cinta menenggelamkan aku dalam lautan asmara
yang tak mungkin dapat terlupakan
segala tingkah lakunya melukis indah dalam fikiran
senyumnya mampu menghapus air mata
lirik indah matanya membuatku merasakan sebuah kedamaian
genggaman tangannya mampu menghilangkan rasa takud akan kehilangannya
pelukan hangatnya mampu menghiburku dalam sedih
cinta ini
akan bersemi dihati
sekarang dan selamanya tak pernah berubah
rasa ini akan selalu ada
untuknya yang kucinta
yang kudamba
dan yang kupuja
melihatnya sejenak mampu menghapus kata rindu ini
segala kata-katanya mampu membungkam aku dalam kesepian
dan kusadar aku telah membuatnya kecewa yang mendalam
hingga dia pergi menjauh berlahan dariku
menghapus cinta yang dulu
dan kudisini terpuruk dalam sebuah penyesalan
menangis merintih
merintih
lebih tepatnya merenung dalam sebuah penyesalan yang tak berujung
rasa ini tak akan pernah mati
genangan cinta menenggelamkan aku dalam lautan asmara
yang tak mungkin dapat terlupakan
segala tingkah lakunya melukis indah dalam fikiran
senyumnya mampu menghapus air mata
lirik indah matanya membuatku merasakan sebuah kedamaian
genggaman tangannya mampu menghilangkan rasa takud akan kehilangannya
pelukan hangatnya mampu menghiburku dalam sedih
cinta ini
akan bersemi dihati
sekarang dan selamanya tak pernah berubah
rasa ini akan selalu ada
untuknya yang kucinta
yang kudamba
dan yang kupuja
melihatnya sejenak mampu menghapus kata rindu ini
segala kata-katanya mampu membungkam aku dalam kesepian
dan kusadar aku telah membuatnya kecewa yang mendalam
hingga dia pergi menjauh berlahan dariku
menghapus cinta yang dulu
dan kudisini terpuruk dalam sebuah penyesalan
menangis merintih
merintih
lebih tepatnya merenung dalam sebuah penyesalan yang tak berujung
rasa ini tak akan pernah mati
Langganan:
Komentar (Atom)
